Rabu, 24 Desember 2008

penjelasan_terhadap_fahaman_anti_hadith

Isu mengenai Anti Hadith di Malaysia bermula pada tahun 1986 ekoran daripada penulisan sebuah buku bertajuk "Hadis Satu Penilaian Semula" tulisan Kassim Ahmad. Di dalam buku tersebut, beliau cuba mengupas masalah perpecahan ummah dan menurutnya keimanan kepada Hadith sebagai sumber rujukan selepas Al-Quran adalah meniadi punca utama perpecahan ummah. Dengan demikian, beliau menggesa umat Islam supaya meninggalkan Hadith kerana menurut beliau Hadith adalah palsu" dan "omong-omong" yang menyesatkan manusia dari jalan Tuhan. Beliau sebaliknya menyarankan supaya umat Islam merujuk kepada Al-Quran sahaja sebagai panduan hidup.

Pengarang buku tersebut telah mempersoalkan autoriti hadith dan memberikan beberapa gambaran yang mengelirukan mengenainya. Beliau juga telah menuduh bahawa hadith adalah rekaan semata-mata dan beliau menolak kewibawaan ulama'-ulama' hadith. Berikutan daripada itu, pada 19 Jun 1986 Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan telah meneliti secara khusus terhadap buku berkenaan dan seterusnya menyimpulkan bahawa buku tersebut bercanggah dengan ajaran Islam dan orang yang menolak Hadith sebagai sumber hukum adalah terkeluar dari ajaran Islam. Jawatankuasa Fatwa juga telah mengesyorkan kepada Kementerian Dalam Negeri supaya buku tersebut diharamkan. Pada 10 Julai 1986, Kementerian Dalam Negeri secara rasminya telah mewartakan pengharaman buku tersebut.
lengkapnya download disini

Bisakah Kita (Ummat) Bersatu?

Bisakah Kita (Ummat) Bersatu?


Menyambut Tahun Baru 1430 Hijriyah
Oleh: TIFATUL SEMBIRING
PRESIDEN PKS

Tahun baru hijriyah diyakini banyak pemikir Islam sebagai tahun kebangkitan Islam, bahkan menjadi titik balik kemenangan perjuangan Rasulullah saw. dan para shahabat. Setiap tahun kita memperingati tahun baru Islam ini, namun sudahkah secara substansial ada pencerahan di tubuh ummat dengan berlalunya tahun baru demi tahun baru? Sudahkah semangat energizing berhasil kita serap dari momentum yang menjadi titik balik kemenangan tadi…?. Masih banyak permasalahan ummat yang belum tuntas kita upayakan solusinya, termasuk masalah persatuan ummat dan pemunculan sosok-sosok pemimpin yang berkualitas.

Perpecahan selalu membawa malapetaka dan kerusakan besar di tengah-tengah ummat. Kurang percayakah kita? Kurang yakinkah kita setelah demikian banyak bukti sejarah memberi pelajaran? Perpecahan, perselisihan di perang Uhud misalnya, mengakibatkan gagalnya kemenangan yang semula sudah diraih. Rasulullah saw. tembus di pipinya karena dilempari dengan pecahan besi, yang ketika dicabut menyebabkan dua gigi beliau patah. Bahkan ketika para sahabat memapah beliau ke tempat yang lebih tinggi, Rasulullah saw terperosok ke dalam lubang jebakan yang berisi senjata tajam, sehingga paha beliau sobek dan jatuh pingsan karena begitu banyaknya darah yang keluar.

Kurang yakinkah kita akan efek dari perpecahan? Tengoklah perang Shiffin yang disebabkan oleh konflik antara Ali dan Mu’awiyah. Perang yang menelan korban 80.000 muslimin. Sebuah tragedi kelam dalam sejarah Islam. Belum paham jugakah kita bagaimana pedihnya perpecahan? Di Iraq, ratusan orang menjadi korban ketika kaum Syi’ah menyerang kaum Sunniy. Selanjutnya kaum Sunniy menyerang kaum Syi’ah sehingga meninggal pula sejumlah orang, dan seterusnya tak berkesudahan. Padahal sunniy bukanlah musuh syi’ah dan syi’ah bukanlah musuh sunniy? Musuh mereka adalah sang penjajah Amerika.
Belum sadarkah kita tentang apa yang terjadi di Palestina? Ketika Presiden Palestina—Mahmud Abbas—berkunjung ke Indonesia dan mengundang untuk berdiskusi, dengan tegas saya sampaikan kepada beliau, bahwa bangsa Palestina tidak akan meraih kemenangan kecuali mereka bersatu melawan Israel.
Benarlah kata Imam Ali dalam pesannya, “Kebenaran yang tidak terorganisir akan dapat dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir”.

Sesungguhnya modal kita untuk bersatu sangat sederhana. Ialah ketika kita sepakat untuk mengucapkan “Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadurrasulullah”. Bagi kami, ketika seseorang menyatakan komitmennya untuk taat pada Allah dan Rasul-Nya, cukuplah itu. Soal fiqh, furu’, cabang-cabang, pendapat, mari kita bicarakan, mari kita diskusikan, mari kita perdalam. Wong niatnya sama-sama mau masuk surga kok, kenapa harus cek-cok?


TANTANGAN & VISI KE DEPAN

Sebetulnya apakah persoalan pokok ummat? Agenda mendesak apa yang perlu kita selesaikan bersama? Hal terberat yang sedang dihadapi ummat kini adalah kemiskinan, yang nyaris mendekatkan mereka kepada kekufuran. Ada beberapa contoh kasus, di Bandung misalnya, seorang Ibu(berkerudung pula) sampai hati membunuh anaknya karena khawatir anak-anaknya miskin. Juga di Makassar, seorang Ibu yang sedang hamil meninggal karena kelaparan. Tiga hari dia tidak makan, demikian pula anak-anaknya.
Kelemahan ekonomi ummat adalah penyebabnya. Hingga saat ini kemampuan ummat untuk berekonomi belumlah memadai. Bagai menjadi budak di negeri sendiri. Baik dari sisi akses terhadap sumber daya maupun skill-nya. Ekonomi masih dikuasai oleh sistem, konvensional ribawi. Lalu datanglah krisis ekonomi, masalah semakin berat. Akibatnya langsung dapat dilihat. Untuk menyelamatkan keluarga, para gadis dan ibu-ibu berangkat menjadi TKW diluar negeri. Dimana ‘izzah ummat ?, martabat bangsa. Begitu kerap kita mendengar kasus-kasus yang menyayat hati: ada yang diperkosa, dihukum mati, ada yang terjun dari tingkat empat lantaran tidak tahan disiksa majikan. Dan kita tidak mampu melindungi mereka.
Masalah moral juga menorehkan catatan menyedihkan. Kita dapati tokoh-tokoh muslim yang namanya seperti nama Nabi, seperti gelar Nabi, seperti nama orang sholeh namun ditangkap KPK. Mereka menjadi harapan ummat, menyandang nama terpercaya, namun ternyata korupsi. Seberapa kuatkah komitmen moral kita? Moral Islam.

Agenda berikutnya adalah pendidikan. Soal penyiapan SDM unggul, yang dapat diandalkan menjalankan roda pembangunan ummat. Apalagi persiapan kepemimpinan nasional dimasa mendatang. Sekarang saja, bangsa besar ini seperti kebingungan mencari calon pemimpinnya. Kita masih saling bertanya satu sama lain, padahal kita berdoa “waj’alna lil muttaqiina imaman”. Kita mohon pada Allah swt. agar menjadikan anak-anak kita sebagai pemimpin orang-orang bertaqwa.
Memang kita memiliki banyak pesantren. Namun setelah kami riset, pesantren-pesantren tersebut dapat kita bagi dalam dua kategori. Kategori pertama adalah pesantren yang memiliki metode pengajaran dan kurikulum bagus, namun sarananya amat memprihatinkan. Di sebuah pesantren kami pernah menemukan sebuah ruang 3x4 m2 yang dihuni oleh 30 anak. Sanitasinya tidak terawat, bak penampung air mandi yang tak pernah diganti sehingga menyebabkan penyakit kulit. Bahkan ada sebuah pemeo, tidak sah menjadi santri kalau tidak kudisan.
Kelompok kedua adalah pesantren yang memiliki sarana bagus, namun kurikulumnya tidak memiliki keunggulan. Penyiapan kwalitas SDM ummat ini perlu pembenahan, dengan sinergi dan persatuan dan keuatan bersama tentunya.


SIAPA YANG HARUS BERBUAT?

Dalam konteks ummat Islam Indonesia setiap orang tentu merujuk kepada NU dan Muhammadiyyah dengan segenap elitenya. Pertanyaannya adalah, bisakah kita menurunkan tensi jurang pemisah. Saling adzillatin, menjalin tali asih. Saling merendah dan bukannya saling gengsi. Bisakah kita sesama ummat BERHENTI saling mencurigai(su’uzhan), saling mengintai(wa laa tajassasu), saling membelakangi dan saling menggunjing(ghibah). Kita membutuhkan persatuan dalam kesejukan ikatan kasih sayang persaudaraan. Bila bersatu, maka kita akan kuat dan insya Allah sanggup untuk menghadapi kekuatan kebathilan apapun bentuknya.

Sangat mungkin dan sangat layak ummat ini bersatu. Pak Din, Pak Hasyim dan Pak Hidayat—tokoh-tokoh harapan ummat--sama-sama alumni Gontor dan sama-sama menduduki posisi strategis. Dengan seringnya tokoh-tokoh yang dicintai ummat ini bersilaturahim, syak wasangka akan terhapus, keakraban akan kian kokoh dan berbagai pemikiran untuk kemajuan ummat dan bangsa akan mengalir deras. Terbayang betapa bahagia dan sejuknya hati ummat menyaksikan para pemimpinnya kokoh bersatu. Sesuatu yang sudah amat kita rindukan.

Tak ada ghill secuilpun dari kami terhadap NU dan Muhammadiyyah. Kami tidak memiliki rencana negatif apapun terhadap saudara-saudara kami NU dan Muhammadiyyah. Kami bergerak di ranah politik, sama dengan saudara-saudara kami parpol Islam lainnya. Membenahi eksekutif dan legislatif, mengadvokasi ummat di ranah pembuatan kebijakan publik. Bila perjuangan di ranah politik ini mendapat dukungan dari saudara-saudara kami yang lain, khususnya ormas-ormas, tentu kita akan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Demikianlah harapan kita, ummat ini menjadi kuat, karena kita saling merunduk, saling merangkul, bagaikan satu tubuh. Sehingga kita (ummat) ini bisa dan harus bersatu untuk maju. Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah !



Pengirim: MHN Update: 24/12/2008 Oleh: MHN

pendidikan anak dalam islam

Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat Islam mahupun non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, iaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.

Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Kerana keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.

Musuh-musuh Islam telah menyedari pentingya peranan keluarga ini. Maka mereka pun tak segan-segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya. Mereka mengerahkan segala usaha ntuk mencapai tujuan itu. Sarana yang mereka pergunakan antara lain:

1. Merosak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggalkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi.

2. Merosak generasi muda dengan upaya mendidik mereka di tempat-tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga, agar mudah dirosak nantinya.

3. Merosak masyarakat dengan menyebarkan kerosakan dan kehancuran, sehingga keluarga, individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan.

Sebelum ini, para ulama umat Islam telah menyedari pentingya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peranan kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: "Ketahuilah, bahawa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya. Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orangtuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang temak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa." lengkap nya download disini

PKS: Hidayat atau Tifatul


Kemungkinan kader yang akan mereka ajukan adalah Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS yang saat ini menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pilhan kedua adalah Tifatul Sembiring, Presiden PKS.


PK-Sejahtera Online: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan perolehan suara Pemilu legislatif 2009 sebesar 20 persen. Jika target itu terpenuhi, PKS akan mengajukan Calon Presiden (Capres) sendiri. Dua kader PKS paling berpeluang jadi Capres atau Cawapres (Calon Wakil Presiden) adalah Hidayat Nurwahid atau Tifatul Sembiring. Kaderisasi partai ini berjalan sangat baik dibanding beberapa partai lain. Citra partai ini juga terus menaik. Tampilnya para politisi muda berpendidikan dan mengusung moral (Islami), kepedulian sosial dan beberapa kegiatan dengan cara damai telah menjadi daya tarik tersendiri partai ini. Diperkirakan, perolehan suara partai ini akan naik dibanding Pemilu 2004. Target 20 persen bisa mungkin tercapai, paling sedikit suara 10 persen kemungkinan besar akan tercapai.


Jika preolehan suara PKS mendekati 15 persen, kemungkinan partai ini sudah akan mengusung Capres sendiri dengan mengajak partai lain berkoalisi, walaupun para petinggi partai ini menyebut bahwa partai ini baru akan mengajukan Capres jika perolehan suara Pemilu legislatif mencapai 20 persen. Bahkan dengan perolehan sedikit di atas 10 persen saja, PKS kemungkinan sudah akan mengajukan Capres sendiri berkoalisi dengan partai lain.


Jika PKS mengajukan Capres sendiri, kemungkinan kader yang akan mereka ajukan adalah Hidayat Nurwahid, mantan Presiden PKS yang saat ini menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Pilhan kedua adalah Tifatul Sembiring, Presiden PKS. Kedua kader PKS ini berusia lebih muda dibanding beberapa tokoh (kandidat Capres) lainnya. Hidayat dan Tifatul akan berusia 48 tahun saat Pilpres 2009 diadakan. Sementara, SBY menginjak usia 60, Megawati Soekarnoputri 62 tahun, Wiranto (62), Sultan Hamengku Buwono X (63), Akbar Tandjung (64), dan Sutiyoso (65), Amien Rais (65), M Jusuf Kalla (67) dan Abdurrahman Wahid (69).


Jadi Hidayat atau Tifatul bisa mewakili generasi muda (generasi baru) dalam pertarungan merebut kepemimpinan nasional pada 2009 nanti. Dalam hal apakah kedua tokoh ini akan benar-benar tampil sanagt tergantung pada keputusan PKS. Perlu dicatat, dalam hal penentuan siapa di antara kedua tokoh ini atau kader PKS lain, menjadi Capres atau Cawapres, sejauh ini, partai ini sangat taat pada mekanisme partai. Segala keputusan diambil dalam mekanisme partai yang berpuncak pada Majelis Suryo. Dan siapa pun yang ditetapkan melalui mekanisme partai, selalu mendapat dukungan sepenuhnya dari para kader dan kepengurusan di semua tingkatan. Mesin politik partai ini berjalan dengan baik.


Hal ini pula yang memberi nilai tambah pada posisi tawar partai ini jika berkoalisi dengan partai atau tokoh lain. Sementara, dengan partai mana dan tokoh mana PKS akan berkoalisi sangat ditentukan pada persamaan visi dan misi. Berkoalisi dengan partai berbasis Islam lainnya, sangat memungkinkan. Namun secara taktis dan strategis, PKS lebih memungkinkan berkoalisi dengan Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Golkar dan/atau PDI-P.


Tapi masalahnya, keempat partai ini berniat mengajukan Capres sendiri, apalagi Partai Demokrat dan PDIP sudah pasti mengusung Capres sendiri yakni SBY dan Megawati. Maka jika PKS mengusung Capres sendiri, paling berpeluang berkoalisi dengan Partai Golkar. Tapi jika dilihat dari kedekatan tokoh (figur), PKS kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Hanura (jika Hanura meraih suara 3-5 persen saja dalam Pemilu legislatif) dengan mengusung Wiranto sebagai Capres berpasangan dengan Hidayat Nurwahid atau Tifatul Sembiring sebagai Cawapres.


PKS sendiri sudah mulai menghitung kekuatan koalisi pasca Pemilu 2009. Menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, PKS menyadari bahwa pada 2009 belum mampu menjadi partai yang mendapat suara mayoritas (single majority). Dijelaskan, sistem pemilu dengan multipartai sederhana seperti yang berlaku di Indonesia sekarang ini dinilai tidak mungkin menciptakan single majority. Tifatul memprediksi, dalam Pemilu 2009 tidak akan ada partai yang meraih suara di atas 25 persen.


Tifatul mengatakan, mozaik kebhinekaan kekuatan parpol di Indonesia sangat cair. Menurutnya, Indonesia tak lagi ’kuning. Kini, parta-partai papan atas dan tengah saling berbagi kekuatan di seluruh wilayah Indonesia.


Tifatul mengungkapkan, beberapa studi terakhir menemukan koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi kekuatan paling ideal dalam membangun pemerintahan. “Riset terakhir, PDIP dan PKS paling kuat kalau membentuk koalisi,” ujar Tifatul.


Namun, ungkap Tifatul, visi PKS tentang calon presiden ideal di 2009 tak segaris dengan PDIP. Dalam visi PKS, calon presiden ideal harus dari kalangan muda. “Kita butuh presiden balita, bawah lima puluh tahun,” ungkapnya. Sementara PDI-P telah memutuskan akan kembali mengusung Megawati Soekarnoputri sebagai Capres pada Pemilu 2009.


Tifatul menjelaskan, permasalahan yang dihadapi Indonesia sangat kompleks. Karena itu, katanya, seorang calon presiden harus mempunyai pemikiran segar dan matang untuk menemukan solusi atas kesulitan bangsa. Dia harus tahu what dan how-nya. Yang pasti, kata Tifatul, permasalahan ini tidak bisa diatasi dengan iklan di TV, main film, dan nyanyi-nyanyi.


Sementara itu, dalam beberapa kali survei internal PDI-P untuk menjaring Cawapres pendamping Megawati, nama Hidayat Nur Wahid salah satu nominasi unggulan. Dari lima nominasi unggulan, hanya Hidayat yang berumur di bawah 50 tahun. Perpaduan Megawati (PDI-P) dan Hidayat Nurwahid (PKS) dinilai berbagai pihak cukup ideal merepresentasikan pelangi kebhinnekaan. Pasangan ini, diprediksi akan sangat berpeluang memenangkan Pilpres 2009.


Pilihan lain, kemungkinan PKS akan berkoalisi dengan Partai Golkar. Sebagaimana pernah dikemukakan Ketua Partai Golkar Priyo Budi Santoso, salah satu alternatif yang dipertimbangkan Partai Golkar dalam pemilu presiden nanti adalah menggandeng partai politik berbasis Islam. Untuk Capres-Cawapres, salah satu alternatif Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla disandingkan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid. “Kombinasi itu bisa dibalik menjadi Hidayat-Kalla kalau perolehan suara PKS pada Pemilu 2009 mengungguli Partai Golkar,” kata Priyo.


Kemungkinan lain, yang juga berpeluang meraih suara signifikan, jika tidak jadi pemenang, paling tidak di urutan kedua, PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat yang diperkirakan perolehan suara Pemilu legislatifnya akan mencapai 10-12 persen. Koalisi ini akan mengusung SBY-Hidayat atau SBY-Tifatul.


Dari berbagai kemungkinan, yang paling pasti adalah PKS akan mengusung kadernya (Hidayat atau Tifatul) sebagai Cawapres. Partai ini, diperkirakan akan mengajukan Cawapres sebagai syarat utama untuk berkoalisi dengan partai lain dalam Pilpres 2009. Kemudian, setelah itu pada Pilpres 2014 akan mengajukan Capres sendiri. Partai ini diperkirakan akan cukup siap menempatkan kadernya sebagai Presiden 2014-2019.

Sumber ► Majalah Tokoh Indonesia Edisi 39



Pengirim: Ningsih Update: 20/10/2008 Oleh: Ningsih

Mencari rahmat di balik perbedaan

Apabila menyentuh isu perbezaan pendapat, saya dapati kebanyakan orang, termasuk para ilmuan, agamawan dan ahli fikir, mengaitkannya kepada isu persatuan umat Islam. Ringkasnya, mereka cuba menyelesaikan cabaran perbezaan pendapat dengan menyeru umat Islam agar meninggalkan perbezaan tersebut dan memberi tumpuan kepada persatuan umat Islam. Persatuan umat Islam memang penting, namun saya melihat ada beberapa kelemahan apabila dikaitkan dengan isu perbezaan pendapat, iaitu:


Pertama:

Apabila diseru kepada persatuan umat dengan cara menghindari perbezaan pendapat, seolah-olah diseru kepada umat Islam agar jangan berbeza pendapat.

Ini adalah cara yang salah kerana berbeza pendapat adalah fitrah manusia dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana yang dijelaskan pada awal penulisan ini. Maka cara yang benar bukan menyeru umat untuk menghindari perbezaan pendapat tetapi mengajar umat cara berinteraksi dengan kepelbagaian pendapat.


Kedua:

Kepelbagaian pendapat itu sendiri terbahagi kepada dua kategori, pertama yang dibenarkan dan kedua yang dilarang. Kedua-dua jenis kepelbagaian ini memerlukan cara yang berbeza untuk berinteraksi dengannya. Setakat pengamatan saya, seruan ke arah persatuan umat Islam di sebalik kepelbagaian pendapat jarang-jarang membahagikan kepelbagaian tersebut kepada yang dibenarkan dan yang dilarang.

Sebetulnya, kedua-dua jenis kepelbagaian memiliki cara yang berbeza untuk berinteraksi dengannya apabila dikaitkan kepada persatuan umat. Ia seperti berikut:

Persatuan umat diunggulkan apabila berhadapan dengan kepelbagaian kategori pertama. Ini kerana persatuan umat melibatkan isu pokok (ushul) agama manakala kepelbagaian kategori pertama melibatkan isu cabang (furu’) agama, maka tidak boleh isu cabang diunggulkan di atas isu pokok.

Perbincangan bagi menyelesaikan kepelbagaian kategori kedua diunggulkan berbanding persatuan umat Islam. Ini kerana kepelbagaian kategori kedua melibatkan isu pokok (ushul) agama yang jika tidak ditangani dengan bijak, akan merosakkan pokok yang lain, iaitu persatuan umat Islam.

Sebagai contoh, fahaman anti hadis, aliran Syi‘ah, pemikiran Islam Liberal dan amalan bid’ah tidak boleh didiamkan demi menjaga persatuan umat Islam. Jika didiamkan atau dibiarkan, ia akan menyelinap masuk bertahap-tahap sehingga apa yang batil akan dianggap benar oleh umat Islam. “Persatuan” mungkin terpelihara tetapi apakah erti persatuan jika ia bercampur aduk antara kebenaran dan kebatilan?

Oleh itu kajian, penulisan, penyebaran maklumat dan dialog perlu diusahakan dengan aktif apabila berinteraksi dengan kepelbagaian kategori kedua agar persatuan umat Islam sentiasa terpelihara di atas kebenaran.


Ketiga:

Terdapat segelintir pihak yang cuba menjustifikasikan kepelbagaian pendapat yang dilarang (Kategori Kedua) di atas slogan “Demi persatuan umat Islam”. Ini sekali lagi adalah sikap yang salah. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali Allah (agama Islam), dan janganlah kamu bercerai-berai.”[1]

Berdasarkan ayat di atas, dapat difahami bahawa berpecah-belah, yakni bercerai-berai sesama umat Islam, adalah sesuatu yang dilarang. Oleh itu hendaklah kita semua umat Islam bersatu padu. Namun bersatu di atas apa?

Jawapannya terdapat dalam ayat tersebut, iaitu bersatu dengan berpegang teguh kepada “tali Allah”, iaitu agama Islam yang diasaskan daripada al-Qur’an dan al-Sunnah yang sahih berdasarkan kefahaman para sahabat dan kaedah-kaedah yang digariskan oleh para ilmuan. Kita tidak boleh bersatu di atas “tali masyarakat”, “tali pendapat tokoh sekian-sekian”, “tali kemodenan”, “tali pemikiran baru” atau apa jua “tali” selain daripada “tali Allah”.


Keempat:

Menyampaikan kebenaran demi membetulkan amalan masyarakat tidak boleh dihalangi atas alasan ia akan merosakkan persatuan umat Islam (baca: masyarakat). Ini adalah sesuatu yang lazim berlaku, dimana apabila seseorang itu ingin membetulkan amalan masyarakat dengan menyampaikan ayat al-Qur’an atau sabda Rasulullah, akan ada pihak yang berkata seumpama:

“Kami tahu apa yang kamu katakan adalah benar, akan tetapi menyampaikannya kepada masyarakat akan menyebabkan perpecahan. Maka ketepikanlah persoalan ini demi persatuan umat Islam”.

Seandainya benar menyampaikan ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Rasul-Nya akan menyebabkan perpecahan masyarakat, maka faktor perpecahan tidak boleh ditujukan kepada usaha menyampaikan. Sebaliknya hendaklah ditujukan kepada “masyarakat” yang enggan menerimanya. Ini kerana jika faktor perpecahan ditujukan kepada usaha menyampaikan, kita secara tidak langsung menyalahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kerana usaha baginda menyampaikan risalah Islam telah juga menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat Arab saat itu.

Oleh itu hendaklah kita semua membetulkan arah pandang dalam persoalan ini. Para penyampai kebenaran tidak boleh dituduh sebagai pemecah belah persatuan masyarakat. Sebaliknya masyarakatlah yang patut dididik agar bersikap terbuka dalam berinteraksi dengan kepelbagaian pendapat. Jika sesuatu amalan mereka termasuk dalam kepelbagaian yang dilarang, masyarakat perlu bersikap terbuka untuk berbincang dan menerima teguran daripada pihak lain, tanpa mengira siapa atau apa kedudukan pihak tersebut. Masyarakat perlu dididik agar tidak membela atau berkeras dengan kepelbagaian yang dilarang kerana sikap tersebut adalah faktor sebenar yang menyebabkan perpecahan masyarakat dan sekali gus umat Islam keseluruhannya. lengkap nya download disini

_____________________________________

Nota Kaki:

[1] Ali Imran 3:103.

Ketika Yahudi Menipu Yahudi

Berbohong dan menipu sudah menjadi bagian hidup orang-orang Yahudi terutama Yahudi yang mendukung Zionisme, karena kita suci mereka Talmud membolehkan kaum Yahudi berbohong dan menipu kaum non-Yahudi.

Tapi ajaran ini nampaknya tidak berlaku bagi Bernard Madoff, milyuner Yahudi AS yang berhasil menggegerkan dunia karena kejahatan penipuan yang dilakukannya terhadap sejumlah perusahaan berskala internasional. (berita terkait: Penipu Ulung Guncang Yahudi Dunia)

Bagi Madoff menipu sesama Yahudi sah-sah saja, asalkan ia mendapat keuntungan besar dari aksi tipu menipunya. Tak heran, ketika kejahatan Madoff terbongkar banyak orang-orang Yahudi AS yang menjadi korbannya dan tentu saja syok dengan kelakuan Madoff yang selama ini dikenal sebagai sosok yang murah hati karena ia menjadi donatur banyak organisasi sosial Yahudi di AS.

Bunuh Diri

Investor asal Prancis Rene-Thierry Magon de la Villehuchet, 65, menjadi korban Madoff pertama yang bunuh diri. Ia kehilangan uang sebesar 1,4 milyar dollar AS yang ia investasikan pada perusahaan Madoff. Renen ditemukan tewas di kantornya di New York, Selasa (23/12).

Juru Bicara Kepolisian New York, Paul Browne mengatakan mayat Rene ditemukan dalam posisi duduk di depan meja kerjanya dengan sayatan di kedua belah pergelangan tangannya. Di dekatnya ditemukan botol berisi pil tapi tidak ditemukan catatan apapun.

Rene adalah salah satu investor kelas dunia yang terpukul oleh akibat kasus penipuan Madoff. Surat kabar terbitan Paris, La Tribune melaporkan, Rene yang juga pendiri perusahaan bisnis finansial Access International, siang malam selama satu minggu ini mencari cara agar bisa mendapatkan kembali uang yang ia investasikan di perusahaan Madoff. Namun gagal, karena otoritas hukum AS sudah membekukan semua asset-asset Madoff dan Madoff sendiri kini menjadi tahanan rumah di apartemennya di Manhattan.

Yahudi Syok dan Sikap Anti-Semit

Terbongkarnya kejahatan Madoff menjadi tamparan keras sekaligus membuat malu komunitas Yahudi AS, terutama di Palm Beach, Florida. Banyak korban penipuan Madoff adalah lembaga-lembaga amal dan keluarga-keluarga Yahudi kaya di AS, khususnya di Palm Beach.

"Saya kenal dengan sejumlah orang yang menjadi korban penipuan Madoff, mereka adalah orang-orang yang baik dan sangat murah hati menyumbangkan sebagian hartanya untuk menjadikan dunia lebih baik sebagai tempat hidup. Mereka marah dan kecewa," kata Rabi Moshe Scheiner dari sinagog Palm Beach.

Kawasan Palm Beach memiliki jumlah penduduk permanen sebanyak 10.000 orang. Tapi pada puncak musim dingin, populasi Palm Beach bisa meningkat tiga kali lipat dan 50 persennya adalah populasi Yahudi. Seorang penasehat keuangan di kawasan itu mengaku kenal dengan sejumlah keluarga Yahudi yang mengalami kerugian masing-masing 100 juta dollar akibat kasus penipuan Madoff.

Menurut data surat kabar The New York Times, beberapa keluarga dan lembaga amal milik Yahudi yang menjadi korban Madoff antara lain;

  1. The Chais Family Foundation, dengan nilai investasi 178 juta dollar
  2. The Carl and Ruth Shapiro Family Foundation, nilai investasi 145 juta dollar
  3. Yeshiva University, nilai investasi 100-125 juta dollar
  4. Hadassah, nilai invesrasi 90 juta dollar
  5. The Elie Wiesel Foundation for Humanity, nilai investasi 37 juta dollar
  6. Yayasan amal Mortimer Zuckerman, nilai investasi 30-40 juta dollar
  7. The Jewish Community Foundation of Los Angeles, nilai investasi 25,5 juta dollar
  8. The American Jewish Congress, nilai investasi 11, 3 juta dollar
  9. The Jewish Federation of Greater Washington, nilai investasi 10 juta dollar
  10. Wunderkinder Foundation milik Steven Spielberg, nilai invetasi 8 juta dollar
  11. The Robert I. Lappin Foundation, nilai investasi 8 juta dollar
  12. The Ramaz School Manhattan, nilai investasi 6 juta dollar
  13. Technion Foundation, nilai investasi 6 juta dollar
  14. North Shore-Long Island Jewish Health System, nilai investasi 5,7 juta dollar
  15. The SAR Academy, nilai investasi 3,7 juta dollar

Jumlah pasti kerugian yang dialami komunitas Yahudi dalam kasus Madoff belum diketahui. Namun menurut surat kabar Jerusalem Post, lembaga-lembaga amal milik Yahudi kehilangan dananya sekitar 600 juta dollar. Jerusalem Post menyebutkan, kerugian akibat kasus penipuan Madoff merupakan "bencana finansial paling spektakuler" bagi komunitas Yahudi sejak masa Great Depression yang melanda dunia di era tahun 1930-an.

Sikap Anti-Yahudi

Laurence Learner, penulis yang tinggal di Palm Beach mengungkapkan kemungkinan dampak buruk terhadap komunitas Yahudi, khususnya di Palm Beach yang dulu pernah mengalami diskriminasi. Terbongkarnya kejahatan Madoff yang menjadi skandal keuangan terbesar di dunia ini, kata Learner, bisa memicu menguatnya sikap anti-Yahudi yang bisa jadi mendorong tindakan balas dendam terhadap orang-orang Yahudi.

"Dulu, orang-orang Yahudi mengalami dikrisminasi. Sampai tahun 1965, orang Yahudi bahkan tidak diperkenankan masuk ke hotel-hotel lokal," ujar Learner yang sedang menulis buku berjudul "Madness Under the Royal Palms."

Learner mengatakan indikasi menguatkan sikap anti-Semit akibat kasus Madoff sudah muncul di internet-internet. "Orang-orang mengatakan, 'lihat Yahudi jahat dan penipu itu, yang telah membuat kita bangkrut'. Anda akan temukan di internet, banyak orang yang menyalahkan Yahudi atas apa yang terjadi," tukas Learner.

Organisasi Anti-Defamation League membenarkan pernyataan Learner. Organisasi itu menyatakan telah mencatat postingan-postingan bernuansa anti-Semit yang tersebar di internet terkait skandal Madoff.

"Kasus ini dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok anti-Semit untuk menyuarakan kebenciannya pada Yahudi. Saya harap ada sikap pro aktif di masyarakat dan pengelola situs-situs internet untuk menghapus postingan-postingan yang bernuansa kebencian terhadap Yahudi," kata Adrew Rosenkranz, direktur Anti-Defamation League cabang Florida. (ln/bbc/reuters)

malapetaka akhir jaman

Fitnah adalah cubaan dan ujian. Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga disebut fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi.” (Al-Baqarah: 193)

Iaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran. Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya.” (Al-Ahzab: 14)

Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan untuk sesuatu berupa bala dan cubaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan ramai orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cubaan tersebut. Itulah cubaan dan bala yang menyesatkan yang sangat dikhuwatirkan Rasulullah s.a.w. atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:

"Menjelang hari Kiamat nanti akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada malam harinya, beriman pada malam hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan material dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan material dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh kerana itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya kurnia ilmu dan pengetahuan.


lengkap nya download di sini