Kamis, 25 Desember 2008

Kunci Sukses Obama Libatkan Pemuda dan TI

ImagePAKAR komunikasi dari Emerson College’s, Amerika Serikat, Prof J Gregory Payne, PhD, mengungkap keberhasilan Barack Obama dalam Pemilihan Presiden AS.
Ada dua kunci kesuksesan Obama, menurut Payne, dalam memenangi Pemilihan Presiden AS, 4 November, yakni kepandaian melibatkan kalangan anak muda dan penguasaan teknologi informasi.

Cara berkampanye Obama pun berbeda dengan calon presiden AS lainnya dan calon-calon presiden AS sebelumnya. "Kalau calon presiden lain menjadikan elite partai politik dan media massa untuk mengampanyekan dirinya, Obama tidak," kata Payne di rumah dinas Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya, Jatim, Rabu (3/12), didampingi Asisten Urusan Publik Konjen AS di Surabaya Esti Durahsanti.

Menurut dia, masyarakatlah yang mengampanyekan Obama melalui situs-situs dan video. "Bahkan, seorang selebritis pun turut mengampanyekan Obama dengan membuat video klip yang disiarkan secara berulang-ulang di MTV," katanya sambil menunjukkan video klip artis seksi yang sedang membawakan pidato kampanye Obama dalam irama rap.

Namun, kata Payne, Obama bukan berarti menafikan peran media massa dalam menyebarluaskan visi dan misinya selama masa kampanye. "Hanya, cara Obama dalam berkampanye lebih cerdas ketimbang calon lainnya dalam memanfaatkan media massa," katanya.

Paparan Payne itu menarik perhatian politisi di Jawa Timur. Dalam acara yang berlangsung sekitar satu jam itu, tampak hadir Ketua DPW PKS Jatim Ja’far Trikuswahyono, fungsionaris DPD Partai Golkar Jatim Edi Wahyudi, fungsionaris DPD PDIP Jatim Agustin Paulina, anggota KPU Provinsi Jatim Arif Budiman, dan mantan anggota KPU Jatim yang kini mencalonkan diri sebagai DPD Didik Prasetiyono.

Ja’far Trikuswahyono menilai, kemenangan Obama bukan karena dukungan media massa. "Dia diuntungkan situasi di Amerika Serikat, terutama masalah krisis global sehingga dia mendapat simpati rakyat Amerika Serikat yang berharap adanya perubahan," katanya.

Sementara itu, Arif Budiman mengajukan pertanyaan pada Payne, apakah kemenangan Obama karena faktor kepandaian mengatur strategi kampanye atau karena dukungan dana yang cukup besar, mengingat banyak rakyat AS yang memberikan sumbangan dana dalam kampanye Obama?

"Kalau di Amerika Serikat sudah jelas, rakyat yang secara suka rela menyumbang dana untuk calon. Berbeda dengan di Indonesia, calon yang memberikan uang kepada rakyat," katanya disambut gelak tawa Payne. Kemudian Payne pun hanya menjawab, kemenangan Obama karena strategi dan dukungan dana, tanpa memberikan tanggapan mengenai perilaku politik di Indonesia.*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar