Rabu, 24 Desember 2008

PKS Harus Dilawan

PKS Harus Dilawan

INILAH.COM, 08/09/2008 07:00. Simpatisan PKS khok aneh bin ajaib. Begitu ada yang mengkritik langsung menuding sana-sini bahwa mau merusak PKS, dengan menafsirkan kalimat-kalimat dalam tulisan yang dikirim oleh pembaca sebelumnya, sambil melakukan praduga-praduga. Intinya kader PKS bermain dengan pikirannya sendiri.

Padahal rakyat cuma bertanya dari mana asal usul uang untuk membeli 467 unit mobil itu? Seandainya pimpinan PKS menjelaskan secara terbuka, saya rasa rakyat segera mengerti.

Ini malah pemimpin PKS ‘memerintahkan’ kader-kadernya untuk memberi jawaban, yang ternyata jawabannya semua jawaban liar dan semakin menyimpang dari persoalan yang ingin diketahui rakyat. Apakah begini ya ciri-ciri PKS, memperumit persoalan dan bermain di air yang keruh, lalu mengatasnamakan agama dan menggunakan dakwah untuk menuding pihak lain sebagai ‘orang-orang yang tidak benar’.

Saya melihat kader-kader PKS atau PKS merasa bahwa hanya mereka yang Islam di Negara ini. Menganggap orang Islam lainnya yang berseberangan pendapat atau mengkritik mereka sebagai tidak Islami.

Bila PKS tidak memperbaiki sikapnya, maka saya sebagai rakyat (walaupun saya Islam tidak mau membawa-bawa Islam dalam hal ini, karna nanti dicap islam yang kafir oleh kader PKS), marilah kita bergandeng tangan untuk melawan benih-benih kemungkaran yang sedang dihidupkan oleh kader PKS.

Karena saya melihat, sesungguhnya PKS tidak bersahabat dengan rakyat, buktinya dikritik atau ditanya sedikit saja langsung mencap sang penanya sebagai pembuat/penyebar fitnah.

Karena itu, hanya ada satu kata untuk rakyat dan mahasiswa Indonesia:
LAWAN PKS! Lawan dengan apapun yang kita miliki.

PKS tak Sulit Dapat Uang
Belakangan ini banyak yang mempertanyakan tentang PKS yang membagikan mobil untuk 467 DPD di seluruh indonesia.

Banyak yang mempertanyakan dari mana PKS mendapatkan dana lebih dari 23 miliar, dan bagaimana masing-masing DPD mendapatkan dana untuk mencicil sisa dana pembelian mobil yang masing-masing bisa lebih dari Rp 50 juta.

Sangat sederhana. PKS adalah partai berbasis Kader. Kader PKS sudah sangat terbiasa untuk mengeluarkan dana pribadi mereka untuk membiayai kebutuhan partai.

Kader tingkat ranting sekalipun tidak perlu meminta dana dari DPC atau DPD hanya untuk pengadaan peralatan sosialisasi. Sungguh sangat mengherankan ketika banyak orang bertanya darimana PKS mendapatkan dana untuk pembelian mobil.

Keberadaan mobil itu sangat membantu program Baksos yang selama ini selalu dilakukan oleh semua DPD PKS se-Indonesia secara rutin. Karena selama ini para kader banyak yang merelakan kendaraan pribadi mereka digunakan untuk kegiatan partai.

Mengapa tidak ada yang bertanya dari mana PKS mendapatkan dana untuk menggelar Baksos yang bersifat rutinitas. Sungguh dana itu tidak sedikit.

Ambil contoh Surabaya. Menurut info terakhir jumlah kader PKS di Surabaya tahun 2007 sekitar 10.000 orang. Dana infaq kader yang sebulannya sebesar Rp 5.000. Dari sini saja jika dihitung akan muncul angka Rp 50.000.000 hanya dalam sebulan.

Belum lagi infaq untuk pemenangan pemilu yang jumlahnya sukarela. Jika diambil 10% saja dari dana infaq anggota tersebut, bukan mustahil DPD Surabaya mampu melunasi sisa cicilan mobil hanya dalam setahun.

Iya itu Surabaya yang kadernya cukup banyak, bagaimana dengan daerah lain? Sangat mudah. Karena kader PKS dapat dengan ringan mengeluarkan sebagian hartanya untuk kader PKS di daerah lain.

Ambil contoh, kader PKS di Surabaya mengumpulkan infaq sebanyak Rp 1.000,00 maka pada saat itu saja sudah terkumpul dana Rp 10 juta. Sangat mudah bukan? Bagaimana dengan mereka yang menyumbang dengan angka jutaan? maka dalam sesaat PKS bisa mengumpulkan dana yang bisa melebihi hanya untuk sekedar membeli mobil.
http://www.inilah.com/berita/citizen...harus-dilawan/
http://www.inilah.com/berita/citizen...it-dapat-uang/

--------------

Darimana PKS dapat Uang? Selama 4 tahun ini berada dalam sistem kekuasaan, ada 3 menterinya di Kabinet, akses ke luar negerinya (terutama ke Timur Tengah) yang semakin 'terbuka' karena mulai dilirik dunia luar, mudahlah mencari dana-dana seperti itu dari berbagai sumber di dalam dan di luar negeri ...
__________________

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar