Rabu, 26 Agustus 2009

Israel Tutup Masjid Ibrahimi untuk Warga Muslim

Israel Tutup Masjid Ibrahimi untuk Warga Muslim


Sudah sejak lama pihak pemerintah Israel melarang dikumandangkannya adzan di Haram Ibrahimi. Juga menghalang-halangi umat Muslim shalat

Hidayatullah.com--Pemerintah Israel kembali menutup Haram Ibrahimi atau lebih dikenal dengan Masjid Ibrahim, bagi warga Muslim untuk beberapa hari. Salah satu situs dan tempat suci tiga agama yang terletak di kota Hebron (Khalil), Tepi Barat, itu ditutup menyusul perayaan salah satu hari suci umat Yahudi.

Menteri Wakaf dan Urusan Keagamaan Palestina, Dr. Mahmud al-Bahhash, menerangkan, penutupan tersebut akan berlangsung mulai dari hari Rabu (19/8) hingga seminggu kemudian.

"Sebagaimana biasa, pemerintahan Israel senantiasa memberangus syiar-syiar keislaman di tempat-tempat suci mereka di Palestina, utamanya Yerusalem dan Tepi Barat," kata al-Bahhash.

Ditambahkan al-Bahhash, sudah sejak lama pihak pemerintah Israel melarang dikumandangkannya adzan di Haram Ibrahimi, begitu juga menghalang-halangi umat Muslim melaksanakan ibadah mereka di tempat suci itu.

Di hari-hari biasa, untuk dapat shalat di masjid bersejarah itu, yang konon dibangun pada masa Nabi Ibrahim, benar-benar sangat susah. Keamanan Israel kerap melakukan pemeriksaan yang kelewat batas kepada para jama'ah shalat, bahkan tak sedikit yang melecehkan mereka.

Al-Bahhash mengecam keras tindakan semena-mena Israel itu, dan mengatakannya sebagai tindakan monopoli tempat suci milik tiga agama. "Israel harus mengangkat kekuasaannya atas Haram Ibrahimi dan tidak boleh memonopolinya".

Atas tindakan semena-mena ini pula, al-Bahhash menyebut Israel telah melanggar undang-undang berlaku. Sayangnya, di hadapan semua kasus memilukan ini, negara-negara Arab cenderung diam dan bungkam. [atj/mi/www.hidayatullah.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar