Jumat, 28 Agustus 2009

Meninggalkan Televisi Bukanlah Sikap Ekstrim, tapi Bentuk Penjagaan terhadap Keluarga

Bismillah

Meninggalkan Televisi Bukanlah Sikap Ekstrim, tapi Bentuk  Penjagaan terhadap Keluarga
Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan



Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya:
Sebagian orang yang dikenal kebaikannya memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan berkata bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim/terlalu mengekang. Apa nasehatmu wahai fadhilatus Syaikh?


Meninggalkan
televisi bukanlah sikap yang ekstrim. Hanya saja ini sikap menjaga agama, keluarga dan anak-anak. Ini adalah bentuk menjauhi diri dari sebab-sebab kemudaratan.

Karena hadirnya televisi di rumah menyebabkan kemudaratan bagi anak-anak, para wanita, bahkan kepada kepala keluarga itu sendiri.

Siapa yang merasa aman dari fitnah (ujian/bahaya yang mengancam dunia dan akhirat seseorang-pent) ?

Semakin selamat seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka ini lebih baik baginya sekarang atau di masa depan. Dan tidaklah meninggalkan televisi merupakan bentuk sikap ekstrim/terlalu mengekang. Ini adalah bentuk penjagaan.



(Diterjemahkan dari Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Fauzan, soal nomor:127. Sumber: www.anakmuslim. wordpress. com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar