Jumat, 28 Agustus 2009

Pemuka Islam di Inggris, Diancam dan Diculik

Pemuka komunitas Muslim di kota Loughton, Inggris nyaris kehilangan nyawanya setelah diculik dan diancam oleh dua lelaki tak dikenal. Noor Ramjanally menduga pelakunya adalah pendukung British National Party (BNP) yang sebelumnya melontarkan wacana anti-Islam.
Kasus yang dialami Ramjanally dilansir situs This Is London, Kamis (27/8). Disebutkan, insiden itu terjadi saat Ramjanally akan memberikan ceramahnya di balai pertemuan kota Lughton. Tiba-tiba dua orang lelaki mencegatnya di depan pintu, mengcengkeram pergelangan tangannya dan menyeretnya keluar.
"Kedua lelaki itu menempelkan pisau ke perut saya dan berkata 'lakukan saja apa yang diperintahkan atau Anda akan terluka'," kata Ramjanally.
Ancaman itu membuatnya takut. Ia mengikuti saja ketika kedua lelaki yang meringkusnya, membawanya ke sebuah kendaraan dan menurunkannya di Hutan Epping, tenggara Inggris. Ketika salah seorang pelaku mengatakan 'lakukan saja di sini', Ramjanally berpikir bahwa hidupnya akan berakhir.
"Mereka membawa ke dalam hutan. Mereka bilang tidak menginginkan adanya kelompok Islam di Lughton. Jika saya tidak berhenti berdakwah, mereka mengancam akan kembali," kata Ramjanally.
Kepolisian Essex yang menangani kasus ini mengatakan, kemungkinan motifnya adalah ada yang tidak senang balai pertemuan Murray Hall, Loughton digunakan oleh komunitas Muslim untuk keperluan salat Jumat.
Ramjanally sendiri sudah sering menerima ancaman pembunuhan sejak pertama kali memberikan khutbah Jumat di balai pertemuan itu, bulan Maret kemarin. Bulan Juli, rumahnya dilempari sebuah bom molotov yang menyebabkan kerusakan di bagian depan rumah. Ia juga menerima ancaman lewat surat yang isinya 'kami tahu anak Anda sekolah dimana dan mobil yang Anda gunakan.'
Ramjanally menduga ancaman dan penculikan yang dialaminya terkait dengan kampanye anti-Islam partai sayap kiri BNP. "Lelaki yang menculik saya memang tidak menyebut-sebut BNP atau mengatakan siapa mereka sebenarnya. Tapi hanya BNP yang menginginkan komunitas Muslim saya diusir dari Lughton," tukas Ramjanally.
Pimpinan BNP di Epping Forest, Pat Richardson membatah tudingan pihaknya terlibat dalam kasus itu. Meskipun BNP-partai yang hanya diperuntukkan bagi warga kulit putih-telah menyebarkan selebaran yang isinya menentang pelaksanaan salat Jumat di Murray Hall. Dalam selebaran itu, tertulis kalimat "DILARANG ADA MASJID DI LOUGHTON" dengan keterangan dibawahnya berbunyi 'di wilayah Redbridge dan London Timur proses islamisasi hampir selesai. Kami akan mengerahkan kekuatan kami untuk mencegah Islam meluas di kota kami."
Ketua Muslim Safety Forum, Abdurahman Jafar pada kepolisian juga menyampaikan kecurigaannya pada BNP dalam kasus serangan terhadap Ramjanally. Menurutnya, sejak BNP mengkampanyekan wacana anti-Islamnya, kasus-kasus serangan terhadap komunitas Muslim meningkat, baik secara individu maupun komunitas maupun serangan ke masjid-masjid. (ln/iol)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar