Selasa, 18 Agustus 2009

Superkomputer Linux 112-processor untuk Riset Farmasi

Superkomputer Linux 112-processor untuk Riset Farmasi


Techmedia - Perusahaan farmasi, Vertex Pharmaceuticals Inc. akan mengembangkan sebuah superkomputer Linux dengan 112-processor, 110-gigaflop untuk keperluan riset dan pengembangan obat-obatan.

Dalam pengumumannya, Vertex yang berbasis di Cambridge, Massachusetts ini menyebutkan bahwa VA Linux Systems Inc. (Fremont, California) akan mensuplai hardware dan manajemen proyek akan dijalankan oleh Blackstone Computing (Boston).

Pada awalnya cluster superkomputer ini akan memakai 56 komputer dual processor Intel 933-MHz Pentium III. Nantinya akan ditingkatkan menjadi 450 mesin sehingga total processor menjadi 900. Cluster ini nantinya akan memakai software pihak ketiga untuk menjalankan riset di Vertex di bidang into structural biology, combinatorial chemistry, medicinal chemistry, bioinformatics and pharmacology.

Vertex menyatakan bahwa cluster ini merupakan komponen kunci infrastruktur teknologi yang akan mempercepat riset gen.

Andy Fant, senior systems engineer dari Vertex, mengatakan bahwa mesin baru ini akan menggantikan mesin-mesin Silicon Graphics yang sudah berusia 4 tahun. System baru tersebut saat ini sedang dalam set up dan testing dan tidak akan full-online dalam beberapa minggu ini.

Linux system mempunyai antarmuka yang mudah digunakan oleh ilmuwan di Vertex, katanya. "Hal ini sangat penting untuk ilmuwan-ilmuwan kami yang tidak mau menjadi joki komputer," jelas Fant.

Harga pasti cluster superkomputer ini tidak diberikan, namun seorang juru bicara memperkirakan lebih dari US$500.000.

Dua minggu yang lalu National Science Foundation juga telah mengumumkan sebuah proyek US$53 juta untuk menghubungkan komputer-komputer high-end yang berlokasi di tempat-tempat yang berbeda menjadi sebuah Linux superkomputer grid berkecepatan tinggi yang dapat memberikan kesempatan besar untuk membuka terobosan-terobosan di bidang ilmiah dan sains.

Pada bulan Maret, Departemen Pertahanan Amerika mengumumkan pengembangan 512-processor Linux cluster di sebuah pusat computing di Hawaii. Cluster ini mampu memproses 478 milyar kalkulasi per detik untuk aplikasi-aplikasi seperti pemantauan kebakaran.

(sumber: IDG)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar